William Luntungan Seret Mafia Solar diperingatan Hari Buruh Agar Ditangkap

oleh -234 Dilihat

detiksekilas.com, Minut—Suasana peringatan Hari Buruh (May Day) di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) kali ini bukan cuma soal nyanyian, tarian, dan seruan solidaritas. Ada yang lebih seru dan tentunya bikin geleng-geleng kepala.

isu harga beras melambung tinggi dan aksi mafia solar yang makin menjadi-jadi. Kalau biasanya peringatan hari buruh identik dengan spanduk besar dan orasi panjang, tahun ini ada tambahan ‘sajian’ berupa kritik tajam terhadap para mafia yang menguasai pasar energi dan bahan pokok rakyat.

Bosan dengar berita soal inflasi? Jangan salah, berita ini memang nyata dan mengena langsung ke kantong rakyat. Harga beras yang naik terus menerus bak mengikuti tren harga emas yang naik tinggi tanpa henti menjadi momok bagi buruh dan keluarga kecil.

Padahal, mereka sudah bekerja keras setiap hari, tapi kenyataannya kesejahteraan cuma sebatas slogan semata. Kalau dulu mereka bisa membeli satu karung beras untuk seminggu, kini harus mikir dua kali karena isi dompet makin tipis.

Tak kalah heboh adalah isu mafia solar yang merajalela di Sulut. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) PPMI AGN Minut William Luntungan dengan lantang menyuarakan kekesalannya.

Ia menuntut agar para bos mafia solar segera diseret dan ditangkap karena tindakan mereka merusak sistem distribusi dan membuat sopir truk harus antri berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar tersebut.

“Akibat kerakusan para mafia ini, distribusi menjadi kacau balau. Para sopir jadi korban paling depan, harus menunggu lama hanya untuk isi solar. Bahkan petugas SPBU yang seharusnya menjaga ketertiban pun diduga terlibat,” tegas Luntungan.

Luntungan tak mau diam saja melihat situasi memburuk ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan Polda Sulut harus bergerak cepat menangani mafia solar yang sudah seperti ‘raja kecil’ di balik layar.

“Jangan cuma pangku tangan! Kalau dibiarkan terus-menerus, rakyat kecil makin tersiksa,” katanya penuh semangat.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa permainan kotor ini juga melibatkan oknum petugas SPBU yang seharusnya menjaga keadilan tapi malah berpihak pada mafia.

“Pertamina juga harus bertanggung jawab penuh dalam menjaga transparansi agar masyarakat tidak semakin dirugikan,” tambah Luntungan.(boyz/ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.