Rakor Satgas MBG, Parengkuan tegaskan fokus percepatan operasional SPPG 3T

oleh -3 Dilihat

detiksekilas.com, Minu-Pemkab Minut menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang rapat Wakil Bupati Minut, Kamis 21 Mei 2026.

Rakor yang dipimpin jajaran Satgas MBG Pemkab Minut bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas terkait, pihak puskesmas, kecamatan, hingga para mitra penyedia layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini membahas evaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.

Asisten II  Robby Parengkuan, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan evaluasi rutin untuk memastikan program MBG berjalan optimal di seluruh wilayah Minahasa Utara

“Kami membahas perkembangan program MBG, termasuk berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Semua pemangku kepentingan kami libatkan agar bisa mencari solusi bersama demi lancarnya program ini,” kata Robby Parengkuan kepada awak media usai rapat.

Robby Parengkuan menjelaskan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah percepatan operasional SPPG di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terkuat (3T) yang dinilai masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Dari 14 titik SPPG di wilayah terpencil, tujuh sudah selesai dan sudah dievaluasi, namun belum beroperasi. Ini menjadi perhatian serius karena masyarakat di kepulauan juga harus mendapat pelayanan yang sama,” ucap Parengkuan.

Adapun terkait kendala teknis turut dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari gangguan listrik hingga persoalan pengelolaan limbah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Ada beberapa lokasi yang mengalami pemadaman listrik sehingga distribusi makanan sempat terkendala. Kami juga membahas kebutuhan solar sebagai alternatif operasional,” beber Parengkuan.

Parengkuan menegaskan seluruh mitra wajib memperhatikan standar kesehatan dan lingkungan, terutama terkait kualitas udara, kebersihan dapur, hingga pengelolaan limbah.

“IPAL harus sesuai standar karena sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Begitu juga kualitas makanan, semuanya harus memenuhi standar higienis dari Dinas Kesehatan,” pungkas Robby Parengkuan.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Minut Ricky Ngantung, mengungkapkan masih ada sejumlah wilayah yang belum terjangkau program MBG, seperti Kecamatan Kema, Likupang Barat, Likupang Selatan, dan sebagian wilayah Wori.

“Masih dalam tahap persiapan karena ada beberapa kendala pembangunan dan administrasi,” tutup Ngantung.(boyz/ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.