detiksekilas.com, Jakarta–Dalam dunia keuangan daerah, ada-ada saja tantangannya. Mulai dari kelola anggaran yang kadang seperti bermain puzzle sampai mencari sumber pendapatan yang nggak bikin warga resah.
Tapi tenang, Pemerintah Indonesia baru saja mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang penuh semangat dan inovatif, dipimpin langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Yang menarik, kehadiran Bupati Minut sekaligus Sekretaris Jenderal APKASI Joune Ganda, yang memberi pesan penting pengelolaan keuangan harus cerdas dan tidak bikin masyarakat meringis!
Joune Ganda menegaskan bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan secara inovatif. Artinya? Jangan sampai pemerintah daerah cuma mengandalkan pajak konvensional yang bikin warga merasa kayak lagi diperas di balik pagar rumahnya.
“Pengelolaan keuangan daerah yang sehat tentu dibangun melalui perencanaan matang, belanja berkualitas, serta inovasi dalam meningkatkan PAD,” tutur Joune Ganda.
Tak cuma berhenti di sana, Joune Ganda juga memaparkan bahwa digitalisasi sistem keuangan adalah salah satu jalan menuju pengelolaan yang lebih efektif dan transparan.
Dengan teknologi, proses pengelolaan keuangan bisa dilakukan lebih cepat dan minim risiko korupsi alias nggak ada alasan lagi buat nyolong uang negara deh!
Selain itu, penerapan prinsip good governance menjadi fondasi utama agar pengelolaan keuangan benar-benar akuntabel.
Hasil akhir dari semua strategi ini menurut Joune Ganda, daerah akan memiliki kapasitas fiskal lebih kuat untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Artinya? Infrastruktur makin maju, layanan publik makin baik pokoknya rakyat senang.
“Pemkab Minut sendiri terus memperkuat pengelolaan keuangannya melalui digitalisasi sistem keuangan dan peningkatan efektivitas belanja daerah. Bahkan turut menerapkan inovasi dalam pengelolaan sumber-sumber pendapatan agar tetap kompetitif dan tidak membebani warga,” ungkap Joune Ganda.
Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua APKASI Bursah Zarnubi yang juga Bupati Lahat Sumatera Selatan, serta Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Eri Cahyadi yang juga adalah Walikota Surabaya.(boyz/ds)







