Harga cabai rawit melesat, Minut ambil langkah jalan tengah dengan GPM

oleh -312 Dilihat

detiksekilas.com, Minut—Harga cabai rawit yang melonjak bak roket Sputnik membuat dompet warga kecil bergoyang-goyang.

Lonjakan itu bukan sekadar angka di etalase pasar, melainkan gangguan nyata bagi biaya hidup keluarga sehari-hari.

Cabai rawit, yang biasanya menjadi bumbu penyedap tanpa harus mengguncang dompet, belakangan ini menempel di kepala dengan harga sekitar Rp140.000 per kilogram. Seakan cabai punya kemampuan khusus mengeraskan nilai belanja tanpa disadari.

Kejadian ini memantik respons cepat dari pemerintah daerah. Bupati Joune Ganda, menegaskan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan untuk menstabilkan harga pangan pokok (Bapok).

Tanpa basa-basi, Sabtu, 10 Oktober 2026, di Pasar Airmadidi melalui Dinas Pangan dan Pertanian meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Inisiatif ini dipimpin Sekda Novly Wowiling, didampingi Asisten II Robby Parengkuan, serta disaksikan Kepala Dinas Pangan Asriyadi Lalompoh dan Kepala Dinas Perdagangan Maximilian Tapada.

Apa yang terjadi di lapangan? Secara tegas, sekelompok pejabat daerah membagikan cabai rawit dengan harga Rp90.000 per kilogram kepada masyarakat.

Wowiling menuturkan, ada 150 kilogram cabai yang dipersiapkan untuk para pembeli, sebuah gerak cepat yang menegaskan komitmen terhadap ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga untuk publik.

“Ada sebanyak 150 kilogram cabai yang dipersiapkan untuk masyarakat dengan harga yang bisa dijangkau,” ujar Wowiling.

Kebijakan ini tidak hanya soal diskon sesaat. Wowiling menegaskan bahwa stabilisasi harga direncanakan berkelanjutan hingga Desember, dengan evaluasi berkala sesuai perkembangan harga dan ketersediaan pasokan.

“Pelaksanaannya akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan harga dan ketersediaan pasokan,” tandas Wowiling.(boyz/ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.